Di sebuah lembah hijau yang subur, berdiri megah sebuah kampung bernama Gita Dhama. Kampung ini didirikan pada tahun 1999 di tengah sengketa tanah yang panjang dengan penduduk pribumi. Namun, di balik keindahan alamnya, tersimpan misteri kelam yang membayangi sejarah kampung ini.
Konon, sebelum kampung Gita Dhama berdiri, di tempat itu terdapat sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang raja bijaksana bernama Prabu Rasphati. Prabu Rasphati dikenal sangat adil dan bijaksana, namun ia juga memiliki seorang putra mahkota yang bernama Pangeran Jnana Phati yang sangat ambisius dan haus kekuasaan.
Suatu ketika, Pangeran Jnana Phati ingin merebut tahta ayahnya. Ia merencanakan sebuah pembunuhan yang licik dan berhasil menghabisi nyawa ayahnya sendiri. Namun, kejahatannya terbongkar dan ia pun dihukum mati. Arwah Prabu Rasphati dan Pangeran Jnana Phati tidak tenang setelah kematian mereka. Mereka bergentayangan di sekitar tempat mereka meninggal dan menjadi penunggu gerbang menuju kampung Gita Dhama.
Konon, arwah Prabu Rasphati sangat marah atas perbuatan anaknya. Ia mengutuk kampung Gita Dhama dan semua penduduknya. Kutukan itu menyebabkan berbagai macam bencana menimpa kampung tersebut, seperti penyakit, kemarau panjang, dan konflik antarwarga. Sedangkan arwah Pangeran Jnana Phati terus menghantui penduduk dengan penampakan menyeramkan dan suara jeritan minta tolong.
Untuk mengakhiri kutukan tersebut, seorang guru suci dari india datang memberikan petunjuk. Ia mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menenangkan arwah Prabu Rasphati dan Pangeran Jnana Phati adalah dengan membuat perjanjian. Penduduk kampung harus berjanji untuk tidak melakukan perbuatan dosa, seperti makan daging, ikan, dan telur (vegetarian), mabuk-mabukan, berjudi, dan berzina.
Penduduk kampung pun sepakat untuk memenuhi syarat tersebut. Mereka mengadakan upacara besar-besaran untuk memohon maaf kepada arwah Prabu Rasphati dan Pangeran Jnana Phati. Sejak saat itu, kampung Gita Dhama menjadi lebih tenang dan makmur. Penampakan dan suara-suara aneh pun menghilang.
Namun, seiring berjalannya waktu, banyak penduduk yang melanggar janji mereka. Mereka kembali melakukan perbuatan dosa dan kutukan pun kembali menghantui kampung Gita Dhama. Bencana kembali datang silih berganti, membuat penduduk hidup dalam ketakutan.
Hingga saat ini, cerita tentang dua hantu penunggu gerbang Gita Dhama masih dipercaya oleh masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa jika mereka ingin hidup tenang dan damai, maka mereka harus selalu menjaga janji yang telah dibuat oleh leluhur mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar