Di tengah-tengah peradaban modern yang serba cepat, ada sebuah desa yang menawarkan ketenangan dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Desa ini adalah Gita Nagari Baru, sebuah komunitas yang hidup dalam harmoni dengan alam, mengikuti prinsip-prinsip spiritual yang ketat dan penuh disiplin. Gita Nagari Baru bukan hanya sebuah desa organik biasa; ini adalah sebuah tempat di mana manusia, hewan, dan alam hidup berdampingan dengan cara yang jarang ditemukan di tempat lain.
Awal Mula dan Visi Spiritual Gita Nagari Baru terletak di Jalan Lintas Timur, Tulangbawang, Provinsi Lampung. Desa ini pertama kali didirikan pada tahun 1999, atas inisiatif Guru Maharaj, seorang pembina spiritual yang dihormati. Namun, sejarah pendirian komunitas ini telah dimulai lebih awal, pada tahun 1992, ketika W Subur dan N Arnawa dari Bandar Lampung merintis gagasan untuk membentuk komunitas spiritual yang mandiri, selaras dengan alam, dan murni secara rohani.
Guru Maharaj bersama P Gaura menjadi motor pendorong utama dalam pembentukan kampung ini. Dengan ajaran mereka yang mendalam tentang pentingnya kehidupan yang bersih, selaras dengan alam, dan jauh dari pengaruh negatif modernitas, mereka memimpin perjalanan spiritual para perintis komunitas ini. Di antara orang-orang pertama yang memilih untuk tinggal di Gita Nagari Baru adalah N Kerte, Supri, dan Suartike. Ketiganya menjadi pionir dalam membangun infrastruktur awal dan mengembangkan pertanian organik yang menjadi landasan komunitas ini.
Aturan Hidup yang Menjaga Kesucian Di Gita Nagari Baru, kehidupan dijalankan dengan disiplin yang tinggi. Warga di sini, sekitar 40 kepala keluarga, menjalankan aturan hidup yang ketat. Setiap orang diwajibkan untuk menjalani pola hidup vegetarian. Tidak ada daging, ikan, atau telur yang dikonsumsi. Minuman keras, alkohol, rokok, kopi, teh, dan segala bentuk perjudian dan perzinaan dilarang keras. Bahkan, bawang merah dan bawang putih—yang dianggap dapat mengganggu ketenangan spiritual—juga tidak dikonsumsi.
Selain itu, penduduk desa setiap hari melakukan praktik berjapa, yaitu mengucapkan nama-nama suci Tuhan sebagai bagian dari kegiatan spiritual mereka. Bagi mereka yang telah mendapat inisiasi, berjapa dilakukan sebanyak 16 putaran sehari, dengan setiap putaran terdiri dari 108 biji japa yang diucapkan Maha Mantra, berisi 16 nama suci Tuhan.
Kehidupan Pertanian Organik Gita Nagari Baru adalah sebuah komunitas yang mandiri secara ekonomi melalui penerapan pertanian organik. Dengan lahan seluas 66 hektar, penduduk desa menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan tanpa menggunakan pestisida atau pupuk kimia. Filosofi “Hasilkan apa yang dibutuhkan, dan gunakan apa yang dihasilkan” sangat dianut oleh seluruh warga. Pupuk yang digunakan di sini semuanya berasal dari kotoran sapi yang difermentasi menjadi pupuk organik, serta kompos hijau yang diolah dari sisa-sisa tanaman.
Sapi-sapi di desa ini tidak hanya menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga dihormati dengan penuh kasih sayang. Sapi jantan digunakan untuk membajak sawah, sementara sapi betina menghasilkan susu yang melimpah. Namun, berbeda dengan desa-desa pada umumnya, sapi-sapi di sini tidak pernah dijual atau disembelih. Mereka dirawat dengan baik hingga mereka meninggal secara alami.
Jalan Menuju Gita Nagari Baru Bagi mereka yang tertarik untuk mengunjungi atau mempelajari kehidupan di Gita Nagari Baru, desa ini terletak di Jalur Lintas Timur, sekitar 150 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung. Dari pusat kota, perjalanan menuju desa ini memakan waktu sekitar 3-4 jam dengan mobil pribadi atau kendaraan umum. Jalan menuju kampung ini terbilang mudah diakses, meskipun suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota mulai terasa saat mulai mendekati lokasi.
Keunikan kampung ini sebagai desa wisata semakin menarik minat pengunjung yang ingin merasakan kehidupan yang sederhana dan damai. Wisatawan dapat belajar tentang pertanian organik, merasakan kedamaian spiritual, serta berinteraksi dengan warga yang ramah. Desa ini juga menawarkan pemandangan alam yang indah, dengan lahan pertanian yang hijau, suasana tenang, dan udara segar.
Membangun Harmoni Alam dan Spiritual Kehidupan di Gita Nagari Baru tidak hanya fokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga keseimbangan antara manusia dan alam. Warga desa bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk melindungi satwa liar di sekitar desa. Berburu dan memancing dilarang keras, dan komunitas ini terus berupaya menjaga kelestarian alam agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Di bawah bimbingan Guru Maharaj dan P Gaura, komunitas ini terus tumbuh dan berkembang dengan berlandaskan ajaran spiritual yang mendalam. Para pemimpin spiritual ini tidak hanya memberikan arahan spiritual, tetapi juga menginspirasi warga untuk hidup dengan penuh rasa syukur dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan material dan kebutuhan rohani.
Sebuah Pelajaran Hidup Gita Nagari Baru bukan hanya sebuah desa, tetapi sebuah pelajaran hidup. Di sini, orang belajar bahwa hidup sederhana tidak berarti kekurangan, melainkan sebuah bentuk kebijaksanaan. Melalui pertanian organik, penghormatan terhadap sapi, serta praktik spiritual yang mendalam, desa ini mengajarkan kepada dunia tentang pentingnya hidup dalam harmoni dengan alam dan sesama makhluk hidup.
Sebagai destinasi wisata, Gita Nagari Baru menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda dari tempat-tempat lain. Di sini, pengunjung dapat melihat bagaimana prinsip-prinsip spiritual dan kehidupan berkelanjutan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan sebuah oase kedamaian di tengah dunia yang sibuk.
Arah Masa Depan Dengan semakin banyaknya minat terhadap gaya hidup organik dan spiritualitas, Gita Nagari Baru siap menyambut lebih banyak orang yang ingin belajar dan merasakan kedamaian hidup yang berbeda. Kampung ini terus berjalan dengan teguh di bawah ajaran para pembina, dan menjadi contoh bagi masyarakat lain tentang bagaimana kehidupan yang sederhana, penuh disiplin, dan selaras dengan alam dapat membawa kedamaian sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar