Kamis, 26 September 2024

Perkataan adalah doa

Hari ini saya ingin memperkenalkan keluarga saya, saya sendiri bernama Nawa Sudiro saya memiliki seorang istri yang sangat baik bernama Warti anak pertama saya bernama Chandra dan yang kedua Mayi, kedua anak saya perempuan selisih usia mereka terpaut sembilan tahun.

Oh ya ingin saya katakan cerita ini hanya fiktif  belaka. Baik nama, tempat maupun waktu yang di sebutkan di Nawa Family hanya karangan belaka. Semoga cerita di Blog Cerita Pak Nawa dapat menghibur.


Izin promosi

Bagi teman-teman yang membutuhkan aplikasi timbangan untuk baik lapak singkong atau lapak sawit atau untuk pabrik silahkan klik "Download di sini"


Yuk kita lanjutkan....

Sekarang Chandra masih kuliah di ITERA sebuah perguruang tinggi di Lampung, sedangkan Mayi masih duduk di SMP kelas 7. Nah sekarang saya lanjut cerita tentang saya. Orang manggil saya Pak Nawa seperti yang saya sebutkan di atas nama lengkap saya Nawa Sudiro he he he keren kan?. 

Saya seorang petani yah di bilang miskin banget ya gak, dibilang kaya ya jauuuuh artinya gak kaya, oke lah kehidupan saya sedang-sedang saja. Walau seorang petani, saya jarang keladang, saya lebih suka mempekerjakan orang. Ini bukan karena bos loh, tapi emang tradisi di sini emang gitu. Gak mampu urus ladang sendiri, kan gak mungkin ladang kita cangkul sendiri, kapan seleesainya? ha ha ha. Terpaksa kita sewa bajak, Saya orangnya ringkih gak bisa kerja berat, seperti yang lain bisa nyeprot rumput, tanam singkong atau yang lain. Kalau saya gak gak gak banget, saya sering masuk angin. dikit aja kecapean dah minta di kerik badan dimandiin semua pakai balsem. Hah pokoknya bau kakek kakek dah.

Ayo coba tebak saya punya berapa hektar tanah ladang?...

2 hektar? 

4 hektar? 

10 hektar?

100 hektar?

Ayo berapa?

100 hektar ya. Ya bener.  Maksudnya benar-benar SALAH. ha ha ha he he he. Jujur saya punya 12 hektar. Walau pun ini saya bilang jujur kan tadi saya bilang ini cuma cerita fiktif. Artinya jujurpun masih bohongkan.

Oke sekarang saya tanya lagi APAKAH SAYA PUNYA MOBIL?

Ya tentu dooonk. Tapi mobil apa kira-kira? 

Oooo Sepertinya mobil-mobilan.

Tentu ya kan? 

Ya bener....

Maksudnya bener-bener SALAH laaah. 

Yang bener saya punya satu buah fortuner tua tahun 2012 warna putih dan saya juga punya satu buah pick up L300 warna hitam tahun 2014. L300 dari baru loh saya beli gresss dari deler. Harga waktu itu 157 jt kess harga ini sama dengan harga avanza kala itu. Weeee mantap toh, artinya keluarga Nawa gak miskin-miskin banget tapi nggak kaya juga. 

Ingat cerita ini cumaaa fiktip belaka. 

Sekarang saya ingin cerita tentang istri saya yang sangat cantik jelita versi Pak Nawa. Yang jelas namanya perempuan pasti cantik masaaak ganteng. Warti orangnya sangat sederhana dia hari-harinya sibuk urus rumah, cuci-cuci, masak bolak balik layanin orang belanja. Oh ya kami juga punya warung kecil. Terkadang Warti keladang ngawas orang mupuk atau cabut-cabut rumput mengisi kesenggangan waktu. 

Nanti saya akan banyak cerita tentang Warti. Oh ya hari ini Warti Ulang tahun loh, Begitu saya bagun yang agak kesiangan karena semalam ronda, saya lihat ada notifikasi di Facebook katanya hari ini Warti Ulang Tahun, Saya sendiri sebagai suami lupa kalau sekarang tanggal 14 maret, untung Mr Facebook mengingatkan sehingga saya keliatan romantis baru bangun langsung ngucapain selamat ulang tahun ya sayaaaang.

Hah Warti langsung senyum-senyum saya kira dia senang. Ealah dia langsung bilang ngucapin selamet karena lihat Facebook kan. Saya ngeles donk, saya bilang uuhh dah saya persiapkan kejutan dan saya rencanakan ngucapin langsung begitu bangun tidur. 



Mungkin dah menjadi aturan yang gak tertulis bahwa anak terakhir lebih manja, apa aja yang diminta sulit di tolak. Sebenarnya Pak Nawa gak begitu suka kucing. Melihat kakanya pelihara kucing Mayi juga ikut-ikutan pelihara kucing. Untung Caiko kucingnya Chandra dibawa ke kost jadinya di rumah cuma ada satu kucing.

Satu aja si Kanha udah membuat repot mesti beliin makanan, bersihin WCnya, mesti mandiin. Pokoknya tambah lumayan repot. Tapi lama-kelamaan Pak Nawa dan Bu Warti keliatannya jadi sayang juga ama kucing.

Emang lucu juga sih si kanha. Sepertinya kalau di hitung waktu dia banyakan habis untuk tidur aja. Terkesan manjanya itu kalau kita pagi-pagi subuh bangun dari tidur dia selalu nunggu di depan kamar Pak Nawa bukan depan kamar Mayi padahal yang sering ngurus Kanha ya si Mayi tapi kenapa yang di tunggu seringan Pak Nawa dan Bu Warti aneh toh.

Kanha selalu manja berguling-guling seakan senang ketemu dengan tuan dan nyonya besar. yaaa seakan mengucapkan selamat pagi tuan dan nyonyaaa.

Tadi siang Mayi datang dari sekolah langsung makan siang terus masuk kamar pengen istirahat, katanya lelah pelajaran Matematikanya bikin capek mana ganti guru lagi kata Mayi. Nah Pak Nawa nemenin Mayi sebentar sambil menunggu ngantuknya Mayi. Eh tiba-tiba Kanha datang berlari loncat-loncat kegirangan, Gak tau apa penyebabnya. Seperti biasa dia berguling-guling di lantai menunjukkan manjanya, Karena Mayi mau tidur di doronglah Kanha pakai kaki, mungkin Kanha gak terima di dorong. Kanha mengeong melolong panjang dan memegang kaki Mayi pakai kedua tangannya. Kuat sekali tangan Kanha pegang kaki Mayi dan tah bagaimana Kanha gigit kaki Mayi, untung saja gak luka.

Kata Mayi, Kanha emang begitu kalau dia marah. Pak Nawa heran rupanya kucing juga punya harga diri gak terima di dorong dan diusir. Weleeeeh Pak Nawa sampai geleng-geleng kepala.

Setelah tidur siang Mayi langsung main sebentar bersama teman-temannya seperti Rohdiah, Gorel dan Nani. Sambil bersepeda mereka berempat cari jamur kuping di ladang tetangga, Bawanya sih plastik kresek besar pulang-pulang cuma bawa setengah genggam. Tak apalah, biasa dikeringkan dan dikumpulkan sampai cukup untuk di goreng dan ditambah sedikit garam sudah cukup bagi Mayi untuk menghabiskan jatah nasi makan siang bapaknya.

Menjelang magrib tersentak Mayi ingat dia ingin belajar piano, segera jari-jari kakunya menghentak-hentak tut-tut piano. Pak Nawa senyum-senyum mendengar suara fales yang dipaksakan keluar menyanyikan lagu a thousand years yang penyanyi aslinya christina perri.

Ada yang lucu di hari ini tentang Pak Nawa. Pak Nawa kan tadi malam pulang subuh dari ronda sekitar jam tiga subuh. Sambil merebahkan tubuh di kasur Pak Nawa membaca pengumuman di group WA "Kepada semua warga Kampung Damai di harapkan besok pukul 18.30 hadir di rumah Pak Tejo untuk pembentukan panitia pernikahan".

Pak Nawa terlambat datang ke rumah Pak Tejo, dia berngkat pukul 20.30, rupa-rupanya Pak Nawa benar-benar lupa dengan pengumuman itu. Rumah Pak Tejo sepi benar-benar sepi. Karena takut malu dengan Pak Tejo, Pak Nawa memutuskan tidak jadi menghadiri rapat pembentukan panitia pernikahan. Pak Nawa menemui Pak Dharmo Seto yang merupakan Kapala Dusun di Kampung Damai.

Pak Nawa bertanya "Pak Dharmo saya tadi lupa ada pembentukan panitia, Saya dapat seksi apa?" Pak Dharmo tersenyum, dan berkata "Rapat itu besok Pak Nawa". Pak Nawa tersentak malu dan bersyukur. 

Akhirnya terjadi perdebatan, Pak Nawa menyalahkan Pak Dharmo membuat pengumuman tidak ada tanggal dan harinya. Coba bayangkan kalau Pak Nawa jadi bertamu kerumah Pak Tejo, pastinya Pak Nawa akan lebih tersipu malu lagi. Tapi bersyukur rapat pembentukan panitia tidak hari ini, sehingga tidak di cap tidak hadir.

Yang jelas Pak Nawa sampai tidak kerja memenuhi panggilan service timbangan demi menghadiri rapat pembentukan panitia. Tapi Entah bagaimana pas sore Pak Nawa bisa lupa dengan pengumuman itu. Syukur juga rapat diadakan besok hari rabu.

Nah ini jadi pelajaran, kalau buat pengumuman mesti lengkap tanggal, hari dan waktunya. Begitu juga kalau kurang jelas kita mesti bertanya dengan teman atau tetangga kalau kita tidak mau kecele.


Dari sekarang dan seterusnya penulis akan menggunakan kata "Saya" untuk mewakili Pak Nawa.


Pengen curhat jadinya. Akhirnya ketahuan juga selain saya seorang petani saya juga punya usaha perakitan timbangan mobil, menjual sparepart timbangan mobil sekaligus menerima panggilan perbaikan timbangan mobil.

Hari-hari rasanya sangat jenuh, hari-hari menunggu yang tidak pasti. Kenapa saya bilang tidak pasti?

Ya. Karena rusaknya timbangan kita tidak tau kapan, dan juga kita kan gak boleh mendoakan timbangan orang cepat rusak demi keuntungan kita.

Kalau dulu memang lumayan penghasilan dari jasa service timbangan, tapi sekarang kondisi sudah berbeda. Sekarang ilmu apa saja sudah terbuka lebar dari hadirnya internet sampai kepelosok-plosok kampung.

Pesaing di bidang ini sudah tumbuh seperti jamur di musim hujan. Sekarang hanya di butuhkan mental dan kemauan untuk mengasah diri, semua pasti bisa dengan ilmu yang terbuka lebar.

Sampai sekarang saya masih bertahan walau tertatih dan merangkak akibat dari gempuran komonitas yang baru tumbuh.

Masih ada pelanggan-pelanggan lama yang setia dan tidak tergoda dengan iming-iming harga yang under ground. Mereka lebih percaya dengan pelayanan yang saya berikan.

Strategi yang saya gunakan untuk bertahan di usaha ini, saya minta kontak-kontak relasi dari pelanggan setia saya atau istilah orang dari teman ke teman. Selain itu saya menggunakan medsos sebagai sarana promosi baik yang gratisan maupun yang berbayar.

Yah kita mesti pintar-pintar memelihara hubungan baik pada siapapun dan senyum merupakan senjata ampuh agar kita diterima.

Ini sudah seminggu tak ada pemasukan dari usaha timbangan ini. HP berdering tapi hanya konsultasi saja, karena sudah bisa dipandu via telpon saja.

Walau jenuh menunggu, tapi kalau dihitung usaha ini banyak sukanya. Saya bisa jalan-jalan kemana saja seluruh indonesia bersama istri, dan enaknya transport di biaya oleh pelanggan.

Sedatang saya dari Konawe-Kendari Sulawesi tenggara saya baru dapat dua kali panggilan yaitu tera timbangan di Kalibening Pekalongan dan satu lagi di Gajah Perkasa Mesuji.

Seperti hari ini belum juga HP berdiring sekalipun, daripada pusing memikirkan panggilan yang tak kunjung datang, saya lihat-lihat pembukuan semua ladang di file excel sehingga tau apa yang mesti saya kerjakan untuk masing-masing ladang.

Ternyata keuangan ladangpun sudah nipis, seperti ladang plasma berpeluang boncos alias merugi. Biaya yang dikeluarkan untuk beli kohe ayam, sewa bajak, tanam sudah terlalu besar tapi ladang terendam air karena curah hujan yang besar. Di luar dugaan, yang biasa bulan maret hujan sedang-sedang saja, ini seperti musim hujan di bulan Januari tahun-tahun lalu.

Tidak bisa berbuat apa hanya sabar dan berserah diri. Terkadang saya ngejokes sama teman-teman "Kalau saja ada pemilihan dewa hujan, tentu saya pilih kamu yang berasal dari petani yang pastinya tau bagaimana susahnya jadi petani".

Sheet-sheet pada excel yang merupakan pembukuan ladang, saya baca dengan teliti. Disitu saya lihat ladang Pidada sudah siap untuk di panen. Tapi apa daya sekarang harga singkong sangat rendah. Ladang inipun harap-harap cemas, gemana tidak. Biaya oprasionanya sangat tinggi karena diberlakukanya kebijakan pemerintah bahwa sektor perkebunan termasuk singkong tidak mendapat subsidi pupuk.

Terkadang kebijakan tidak mampu menaungi semua rakyat. Pihak berwenang tidak faham bahwa tidak semua wilayah bisa ditanami padi atau jagung. Tak mungkin menanam jagung di rawa. Agar lahan bisa produktif tentunya ditanami tanaman keras seperti sawit, karet atau singkong kalau air surut. Sekali lagi sektor perkebunan tidak mendapat subsidi.

Swasembada pangan memang baik, tapi coba kita kaji, komoditi seperti sawit, singkong maupun karet juga penting. Beberapa teman bilang kita tidak takut tidak dapat subsidi asalkan adil semua sektor tidak disubsidi. Perlu difahami tidak semua petani karet, sawit atau singkong adalah perusahaan besar. Nah seperti saya dan teman-teman saya yang lain paling hanya memiliki beberapa hektar.

Cobalah sesekali datang ke petani singkong misalnya tanya berapa harga singkong sekarang?, harga singkong sekarang hanya Rp 1280 potongan 26% bahkan sampai 30%. Nah ini menyebabkan kesejahteraan tidak merata.

Ya sudahlaaah… Kembali ke pepatah ayam saja tidak sekolah bisa hidup, masak kita manusia tidak. Artinya kita mesti pintar-pintar mencari peluang dan tumbuhkan mental positif.


Hidup seperti air mengalir saja, ini berarti apapun yang saya kerjakan akan memiliki kelanjutannya. Aliran sungai semakin ke hilir semakin banyak cabangnya. Tugas kita hanya memilih cabang mana yang paling baik untuk menghanyutkan kita.
Karena saya dahulu pernah bekerja di perusaan timbangan, tentunya saya memiliki keahlian di bidang timbangan.

Dari keahlian ini, saya mendapatkan banyak relasi, saya bina hubungan baik dengan mereka. Saya buat prinsip pada diri saya “Saya tak akan pernah merugikan dan mengecewakan orang lain”.

Dari prinsip ini menjadi karakrer selanjutnya menjadi merek pribadi saya, yang menumbuhkan kepercayaan yang sangat kuat pada diri saya oleh semua relasi saya.

Kepercayaan yang di berikan, saya pelihara dengan sebaik-baiknya.

Tepatnya di bulan juni 2022, seorang pelanggan bernama Pak Firmano menelephon saya dan katanya “Pak saya lagi tidak di lapak, lapak saya ada trauble, tolong diperbaiki”

Setelah saya lakukan pengecekan pada seluruh perangkat timbangan baik loadcell, kabel, indikatornya, maupun perangkat komputernya.

Keadaannya sangat menyedihkan, angka yang di tunjukan oleh indikator selalu bergerak-gerak yang diakibatkan kabel loadcell terlalu pendek sehinnga air masuk ke loadcell lewat kabel.

Kondisi CPU juga sudah teramat tua, prosesor panas sekali menyebabkan CPU hidup sebentar lalu mati lagi. Tunggu dingin bisa hidup sebentar begitu seterusnya.

Hardisk sudah tak terbaca. Sudah berbagai usaha saya lakukan agar hardisk terselamatkan, Tapi sia-sia juga.

Printer LX300 mati total, maklum printer inipun sudah berusia 120 tahun kalau manusia, artinya tua banget. Kita tau printer type ini sekarang sudah tidak di produksi lagi.

Saya ceritakan pada Pak Firmano kondisinya, Kata Pak Firmano “Itu yang mau pakai Pak Rudi dan Eva pak, coba ngobrol dengan Eva”

Waduh ruwet, Pak Rudi yang kata Eva ada dana untuk buka lapak singkong ternyata sama sekali gak ada.

Eva sudah terlanjur panggil saya, dan masyarakat sudah tau lapak akan di buka. Saya tau itu, Eva dalam kesulitan. Dana untuk perbaikan timbangan, dana saldo untuk pembelian singkong sama sekali tidak ada, Tapi kalau tidak jadi lapak dibuka, pasti malu sampai tulang rusuk.

Saya tawarkan kerja sama dengan MoU

1. Dana perbaikan timbangan tidak usah di bayar

2. Dana saldo untuk pembelian singkong saya yang menyediakan.

3. Bila terjadi kerusakan berikutnya menjadi tanggungan saya

4. 25% hasil dari DO menjadi hak pengelola lapak

5. Seluruh laba lapak menjadi hak pengelola lapak

Dengan MoU ini berarti saya berhak 75% dari DO saya. Saya sangat bersyukur dengan investasi ini saya memiliki pasif income yang lumayan besar bagi saya, yang nilainya rata-rata di atas sepuluh juta per bulannya.

Jujur saya katakan dana untuk saldo pembelian singkong saya peroleh dari pinjaman dana pabrik teman saya namanya koh David. Pinjaman ini tanpa bunga, Koh David memang tulus membantu saya. Saya kenal dengan keluarga besar beliau sekitar tahun 2000 saya tidak ingat persis bulannya.

Dunia ini memang aneh, terkadang orang lain baiknya seperti saudara sendiri, Entah bagaimana suatu saat saya dapat membalas budi pada keluarga besar beliau.

Di kemudian hari saya ada rencana membangaun lapak dengan sistem kerja sama seperti ini dan sekarang saya sedang mengumpulkan dana dari 75% hasil DO ini. Kedepannya inilah usaha favorit saya.



Mungkin benar apa yang kita katakan adalah doa, pasalnya empat hari yang lalu saya telpon mas Hendrik kata saya "Mas kapan panggil saya?".

Saya menghubungi mas Hendrik sebenarnya hanya untuk menyambung tali silaturahmi dengannya. seperti biasa tanya kabar dan memastikan nomor kontak masih yang dulu.

Tidak diduga terdengar panggilan telpon dengan kontak tertera nama mas Hendrik. Terdengar diujung sambungan sana mas hendrik berkata "Pak Nawa posisi di mana? kata saya ada mas di rumah lagi buat pesanan aplikasi timbangan.

Intinya mas Hendrik minta saya ke lapaknya, katanya timbangannya error. Tentu saya bilang siap mas, saya segera meluncur.

Sesampainya di sana mas Hendrik menyambut saya dengan senyam-senyum, sayapun membalas dengan senyum sembari menjabat tangannya dalam salam gengangaman erat dan hangat sebagai tanda persahabatan yeng kental.

Perlu saya sampaikan mas Hendrik merupakan pelanggan setia saya. kami berkenalan sekitar tahun 2012 sewaktu mas Hendri pertama kali bekerja menjadi karyawannya pak Nyoto. Mas Hendri bekerja sebagai operator timbangan.

Pengalaman menjadi operator timbangan inilah menjadi cikal bakal mas Hendri akhirnya sukses dan sekarang menjadi owner beberapa lapak singkong.

Kembali ke cerita panggilan service, Setelah salaman kami berbincang penuh gelak tawa flashback menceritakan guyonan yang empat hari lalu mengenai kapan saya dipanggil mas.

Kami juga heran kok bisa ya... Saya telpon minta dipanggil walau dalam guyonan, akhirnya saya beneran juga ke lapaknya mas Hendri.

Saya di telpon sekitar jam sebelas siang, saya baru bisa berangkat sekitar jam setengah satu siang, karena mesti menyelesaikan pesanan aplikasi milik pak Joko dari Natar terlebih dahulu.

Setelah saya chek, loadcell timbangan mati dua unit akibat tegangan tinggi yang diakibatkan petir.

Karena jenis loadcell yang saya bawa tidak sesuai dengan loadcell punya mas Hendrik, akhirnya saya utus supir saya pulang untuk mengambil jenis loadcell yang sesuai.

Setelah menunggu empat jam, saya mulai memasang dua loadcell dengan dibantu supir-supir yang biasa jual singkong di lapak mas Hendri. Mereka bersedia membantu demi lebih cepat bisa menimbang.

Pekerjaan lancar dengan cepat bisa selesai, seketika para supir penjual singkong bersorak gembira dan mulai stater mobil dan berbaris dalam antrian.

Ada kebahagiaan terselip dalam hati saya begitu melihat mereka bisa bekerja lagi. Inilah kebahagiaan yang mungkin tidak saya dapatkan bila saya bekerja di bidang lain.

Saya selalu bahagia dapat membantu teman-teman saya, bukan sekedar karena uang, tapi ada rasa lain yang tidak dapat saya uraikan dengan kata-kata.

Saya berharap saya selalu sehat, sehingga saya tetap dapat membantu semua teman-teman saya di manapun berada. Terkadang saya terbang ke Kalimantan, Sulawesi, bali atau ujung barat hingga ujung timur pulau jawa. Tak luput Sumatera, karena memang saya tinggal di Sumatera tepatnya di Tulang Bawang Lampung.




Kesini dik… mau duit lima puluh ribu gak?

Kata saya memanggil Mayi. Hari ini saya dapat pesanan pembuatan dua aplikasi timbangan dari pak Joko Taputus dari Natar.

Kebetulan hari ini tidak ada jadwal berangkat service timbangan.

Mau donk pak, jawab Mayi.

Mayi harus bantu bapak membuat aplikasi timbangan, duduk di sini dan kerjakan.

Sebenarnya Mayi hanya mengetik apa yang saya arahkan, maklum dia belum begitu fasih membuat aplikasi timbangan menggunakan bahasa pemrograman.

Saya sebenarnya ingin melatih dia, agar nantinya dia dapat meneruskan apa yang sudah saya rintis.

Hanya di orang tua sendiri belajar dapat ilmu dapat gaji. Saya yakin dia akan lebih baik dari saya, mengingat fasilitas sekarang lebih lengkap. Internet dengan mbah gugelnya, Wifi sekencang pesawat tempur, Listrik dan perangkat komputer yang super canggih yang sangat berbeda sewaktu saya belajar dulu.

Kita ingat dulu kita belajar harus baca buku, tidak ada tempat bertanya, kalaupun ada tempat bertanya orangnya songong banget dan masih banyak keterbatasan lainnya.

Setengah hari akhirnya selesai juga pesanan aplikasi pak Joko Taputus. Istirahat siang sebentar sambil scroll-scroll tiktok dengan tebaran fyp cantik dan bening-bening.

Masih ada waktu, saya gunakan ganggu-ganggu istri, tentunya istri saya sendiri dong kan di rumah he he he kalau di luar gak tau deh. Pokoknya saya buat dia teriak-teriak biar suasana ramai, kan kalau tetangga denger wah bahagia banget pak Nawa dan Bu Warti. Aciiiieeee

Cerita saya ganggu istri saya itu bohong kok, saya gak pernah ganggu-ganggu begitu. Maksudnya gak pernah telat.

Warti istri saya masih sibuk ini dan itu, saya paksa ke belakang rumah. Mau apa, ayoo?. Sambil olah raga cari keringat, Saya dan Warti membersihkan aneka tanaman sayuran organik. Serius ini organik dan benar-benar organik. Praktis untuk urusan sayur mayur, cabai dan temen-temennya seperti kencur dan kunyit warti gak pernah beli. Kalau gak percaya datang aja kepasar pasti lengkap.

Ngomong-ngomong mengenai cabai saya pernah tertipu. Waktu itu saya kepasar, saya beli cabai satu kilo. Sekilo semuanya sudah matang dan merah, tapi satupun gak ada yang manis padahal sudah merah banget. Ada yang tau gak, Saya mesti lapor kemana?.

Ada yang lucu lagi, ini kejadiannya dah di pengujung hari. Maksud saya dah sore. Pas Mayi datang dari bersepeda ada mobil paket yang mirip dengan mobil saya, datang membawa paket loadcell dan indikator.

Mayi berteriak “Saya ikut-saya ikut”. Sampai-sampai bapak paket tertegun dan bingung. Pasti bapak paket bertanya-tanya apa maksudnya “saya ikut-saya ikut”.

Saya jelaskan, Mayi mengira ini mobilnya dikira ama dia Bapak dan Ibunya ada panggilan service dan mau berangkat kerja.

Pokoknya sulit di ceritakan pokoknya lucu melihat Mayi menyembunikan malunya. He he he kecele deh.

Tamat… segitu aja ceritanya hari ini.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar