Sudah dua tahun sejak Eva menyelesaikan pendidikan di SMA. Banyak pemuda di kampungnya yang tertarik padanya, namun Eva tak pernah mengindahkan perhatian mereka. Bagi Eva, pekerjaan lebih penting, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang tidak berlebihan. Dia memilih bekerja sebagai operator timbangan di lapak singkong Pak Firman, ketimbang melanjutkan kuliah.
Sebagai operator timbangan, Eva berkenalan dengan Ardian, seorang pemuda yang humoris dan ceria. Ardian juga bekerja di lapak singkong itu, membantu Eva dalam mengoperasikan timbangan dan pekerjaan lainnya. Meski usia Ardian lebih muda dua tahun dari Eva, keduanya menjalin hubungan asmara. Eva senang dengan keberadaan Ardian yang selalu membuatnya tertawa, meski terkadang Eva merasa Ardian masih kekanak-kanakan.
Suatu hari, bencana datang ketika timbangan lapak tersambar petir. CPU komputer, monitor, indikator, dan loadcell yang menjadi bagian penting timbangan itu rusak parah. Pak Firman, pemilik lapak, bingung. Biaya perbaikan sangat besar, sementara ia tidak memiliki uang sebanyak itu. Dengan berat hati, Pak Firman memutuskan menutup lapak untuk sementara waktu.
Eva tak tinggal diam. Bersama Ardian, dia mendatangi Pak Nawa, seorang teknisi dan programmer komputer yang dikenal ahli memperbaiki alat-alat semacam itu. Pak Nawa merasa kasihan melihat kegigihan Eva, namun dia juga tahu bahwa perbaikan timbangan ini sangat mahal. Namun, setelah berpikir sejenak, Pak Nawa memberi Eva sebuah solusi. Ia bersedia memperbaiki timbangan tanpa menarik biaya, dengan syarat singkong dari lapak tersebut harus dijual ke pabrik temannya, David. Sebagai imbalan, David memberikan Pak Nawa 20 rupiah per kilogram singkong yang dijual. Dari hasil itu, Pak Nawa akan memberi Eva 5 rupiah sebagai bagiannya.
Dengan perjanjian itu, lapak singkong kembali berjalan, dan Eva terus bekerja sebagai operator. Hubungannya dengan Pak Firman dan Pak Nawa semakin akrab, mereka bertiga seringkali berdiskusi tentang bisnis lapak dan berbagi keuntungan dengan adil. Namun, di balik keberhasilan lapak, hubungan Eva dengan Ardian mulai merenggang. Eva menyadari bahwa sifat kekanak-kanakan Ardian mulai membuatnya lelah, terutama karena Eva merasa Ardian belum bisa memberikan komitmen yang lebih dewasa.
Di sisi lain, Agus, seorang security di sekitar lapak yang sudah lama menaruh hati pada Eva, mulai melihat celah. Agus bertubuh tegap dan jauh lebih dewasa dibandingkan Ardian. Eva mulai memperhatikan Agus, yang sering membantu pekerja lapak tanpa diminta dan selalu menunjukkan sikap matang.
Suatu sore, saat matahari masih terik dan lapak sibuk dengan kegiatan bongkar muat singkong, Ardian mendatangi Eva yang sedang berbincang dengan Agus. Perasaan cemburu yang selama ini terpendam dalam diri Ardian meledak, dan perkelahian besar antara Ardian dan Agus tak dapat dihindari. Eva panik. Para pekerja dengan cepat melerai mereka, membawa Ardian pulang dan menenangkan Agus di rumah kost pekerja.
Setelah kejadian itu, Eva memutuskan untuk berbicara dengan mereka secara terpisah. Pertama, Eva menemui Ardian. Dengan hati-hati, Eva menjelaskan bahwa hubungan mereka tidak bisa dilanjutkan. Ia meminta maaf dan berterima kasih kepada Ardian karena pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Eva mendoakan agar Ardian menemukan gadis yang lebih baik dari dirinya, seseorang yang mampu menerima Ardian apa adanya.
Kemudian, Eva menemui Agus. Di hadapan Agus, Eva tidak langsung menerima cintanya. Eva memberi beberapa syarat, Agus harus membuktikan bahwa ia bisa bersikap dewasa, tidak kekanak-kanakan seperti berkelahi. Selain itu, Eva meminta Agus untuk segera melamarnya dan berhenti bekerja sebagai security, karena dia ingin Agus giat bekerja di bidang yang lebih baik.
Agus yang selama ini mengagumi Eva dengan sepenuh hati, menyanggupi semua syarat yang diberikan. Tak lama setelah itu, Agus melamar Eva, dan mereka pun hidup bahagia, menjalani kehidupan baru bersama dengan penuh cinta dan tanggung jawab. Lapak singkong terus berjalan dengan baik, dan Eva kini menjadi sosok yang dihormati di komunitasnya—seorang gadis tangguh yang tak hanya bekerja keras untuk dirinya sendiri, tapi juga menginspirasi orang lain di sekitarnya.
Dan bersambungg hehe
BalasHapusDitunggu cerita selanjutnya pak 😁🥰