Selasa, 10 September 2024

Inspirasi Dodi

Dodi adalah seorang pria miskin yang baru saja menikah. Karena keterbatasan biaya, ayahnya tidak mampu menyekolahkannya bahkan sampai jenjang SMP. 


Hari harinya sebagai buruh tani. Berangkat pagi pulang petang, Dia tetap bersyukur dengan upah delapan puluh ribu sehari. Dengan upah segitu sebenarnya tidak cukup, karena kadang tidak ada yang memberi pekerjaan, apalagi kalau ada kondangan pernikahan atau badan lagi kurang fit.


Pagi pagi sekali dia sudah bangun, segera mandi untuk sembahyang dan membantu istrinya masak seadanya. Dengan bangun pagi dia sudah siap jika ada tetangga menggunakan jasanya. 


Pagi itu belum ada gambaran mau kerja apa, tiba tiba setelah sembahyang pintu papannya di ketok oleh pak janes tetangganya. "Pak dodi... tolong antar saya kedepan, saya mau ke karang naik bis". 


Dodi memang sosok orang yang tidak pernah menolak pekerjaan asalkan dia mampu mengerjakannya.


Tidak enak rasanya hanya diam saja di rumah bila lagi tidak ada  pekerjaan, dodi mencoba menanam beberapa sayuran seperti caisim, kangkung, pakcoi dan cabai.


Awalnya tanaman sayurnya jelek sekali. Belajar dan sering mencoba, lama kelamaan tanamannya semakin bagus.


Seperti sekarang ada fenomena alam elnino, kemarau terasa panas sekali. Sampai pertengahan oktober ini belum juga ada hujan turun.


Dodi membeli sepuluh karung kohese atau kotoran ayam yang ada sekamnya. Satu karung kohese ia rendam pada ember besar berkapasitas 80 liter. Keesokan harinya kohese disaring, cairan dan sekam di pisahkan. 


Cairannya dijadikan pupuk organik cair yang sering disebut POC, sedangkan sekamnya ia campur dengan tanah untuk media tanam dengan perbandingan satu sekam dan satu tanah.


Dia menggali tanah seukuran polybag, media tanam yang sudah dibuat dimasukan ke dalam lubang tadi sampai penuh. Dia juga menanam botol air kemasan yang berkapasitas 1,5 liter. Botol itu di beri 4 lubang kecil pada pinggir tegak vertikalnya. Botol itu ditutup rapat setelah di isi air.


Setelah satu bulan dan bibit cabai sudah siap, Dodi menanam tepat di tengah tengah media dekat botol kemasan air mineral itu.


Sekiranya perlu disiram, dodi membuka tutup botol dan mengisinya dengan air sumur. Dengan cara seperti ini air dapat meresap merata ke seluruh media.


Dodi berpendapat bila hanya menyiram dari atas permukaan tanah, air menggenang dan mengalir menjauh dari pangkal cabai dan sulit masuk hingga dalam.


Ia juga berkata, dengan sistem ini POC dapat lebih di serap oleh akar cabai. Setiap 7 hari dodi menyiram cabainya dengan POC  Rudako.


POC Rudako adalah campuran POC aneka rumput, POC sampah dapur dan POC kohese. 


POC Rudako di encerkan dengan perbandingan satu bagian POC Rudako dan sembilan bagian air sumur. 


Tanaman cabai dodi sehat subur dan berbuah lebat tanpa pupuk kimia. 


Tetangga awalnya hanya tau dodi hanya punya 5 batang cabai. berkat ketekunannya, ia sekarang sudah memiliki beberapa bedeng cabai di belakang rumah. Berawal dari iseng iseng menjalankan hobi dan mengisi kekosongan waktu, secara perlahan cabainya semakin banyak sehingga ia semakin hari semakin sibuk dengan tanaman cabainya. 


Dodi yang dulu cemas bila tida ada yang menggunakan tenaganya sebagai buruh tani, kini dodi telah menjelma sebagai petani cabai dan telah mampu mempekerjakan 3 orang tetangganya.


Inovasi pengendalian hama secara organik terus ia kembangkan, mulai dengan menggunakan daun matoa, jambon, petai cina, deterjen dicampur minyak kelapa, air tembakau dan sekarang ia menggunakan sari daun bintaro dicampur sedikit deterjen.


Semoga kisah pak dodi ini menginspirasi teman teman. Ada beberapa hal yang dapat kita petik dari cerita ini yaitu :


Ketekunan lebih penting dari pendidikan tinggi.


Kerjakan hobi yang menghasilkan.


Mulai dari yang kecil tanpa meninggalkan pekerjaan utama.


Teruslah belajar dan mencoba. Sehingga semakin dekat dengan kesuksesan.


Seiirng peningkatan ilmu, peningkatan hasil, peningkatan kesibukan dengan sendirinya kita terlepas dari ketergantungan dengan orang lain.


TAMAT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar